Beberapa waktu yang lalu saya diberi saran oleh salah satu rekan guru yang saya rasa cukup berpengalaman dalam bidang olahraga. Sebenarnya ada banyak rekan guru ditempat saya mengajar yang sepertinya punya pengalaman mengajar olahraga, tapi bagaimana dan seperti apa saya tidak mau menebaknya. Saya hanya mengambil dan melihat dari sisi positifnya saja, toh itu bukan sesuatu yang merugikan.
Salah satu saran dari rekan guru adalah "mengajarkan pemanasan sebelum mengajarkan materi pelajaran olahraga". Maksudnya adalah begini, ada banyak macam materi olahraga yang bisa diajarkan kepada peserta didik. Garis besarnya adalah permainan bola besar, permainan bola kecil, Atletik, olahraga air (aquatik) dll. Pemanasan sejauh yang saya tahu, sebenarnya bukan bagian dari materi pelajaran olahraga. Jadi dalam hal ini, rekan guru saya menyarankan agar pemanasan menjadi salah satu materi bebas yang bisa diajarkan. Dalam K13 atau kurikulum nasional, kita bisa berkreasi atau bahkan bereksperimen dengan materi diluar materi ajar. Jadi sebaiknya kita coba.
Dari segi kebutuhan, pemanasan sangatlah penting. Setiap guru olahraga wajib memberikan pemanasan kepada para peserta didik sebelum masuk kedalam materi inti. Bahkan dalam silabus dan RPP, pemanasan juga dimasukkan dalam proses mengajar. Pemanasan sendiri memiliki cara dan gaya yang variatif, setiap guru olahraga punya caranya masing-masing. Jadi jangan merasa metode pemanasan seorang guru adalah yang paling baik, karena pemanasan yang diberikan bisa jadi disesuaikan dengan karakter anak-anak yang kita didik. Saya rasa, pemanasan di SLB berbeda dengan di sekolah umum. ya itu hanya pendapat saya, karena saya belum pernah mengajar di SLB.
Garis besar pemanasan yang saya lakukan adalah,
1) Berdasarkan pembagian area tubuh
a. Leher
b. Pinggang sampai leher
c. Pinggang sampai kaki
2) Berdasarkan pergerakan tubuh
a. Statis
b. Dinamis
3) Berdasarkan pergerakan tubuh sambil perpindahan tempat
(contohnya joging)
4) Berdasarkan dengan atau tanpa alat
5) Berdasarkan tempat melakukan pemanasan
(contoh: kolam renang, lapangan rumput, dojo dll)
6) Berdasarkan materi yang akan diajarkan
(pemanasan umum dan khusus)
Saya rasa para pembaca sudah mengerti maksud pemanasan yang saya golongkan diatas, jadi saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Hal terpentingnya adalah, setiap penggolongan pemanasan tersebut memiliki beragam gerakan sesuai pengalaman guru yang mengajar. Guru olahraga memiliki tanggung jawab memberikan wawasan dan pemahaman kepada peserta didik tentang pemanasan, tapi guru juga tidak bisa memaksakan peserta didik untuk menguasai berbagai macam gerakan pemanasan. Namun akan jadi suatu kebanggan apabila peserta didik mampu melakukan pemanasan secara mandiri baik disekolah maupun diluar sekolah.
Sejujurnya, saya tertarik untuk mengajarkan pemanasan secara lebih dalam kepada peserta didik, namun saya terkendala oleh waktu. Mengingat saya mengajar SD yang hanya diluangkan waktu sekitar 70 menit dan bagi saya itu kurang. Saya kekurangan waktu untuk melakukan pengulangan disetiap pertemuannya, sekalipun tidak semua pemanasan diatas saya berikan. Bukankah pengulangan kembali juga perlu agar peserta didik tidak lupa dengan materi yang sudah diberikan. Mungkin bagi teman-teman guru yang mengajar di SMP atau SMA sederajat bisa melakukan pengulangan materi pemanasan disetiap pertemuannya. Mudah-mudahan tahun ajaran yang akan datang, sekolah tempat saya mengajar kebagian kurikulum nasional sehingga saya dapat jatah waktu yang lebih banyak. Amin
Demikian tulisan saya hari ini, mohon maaf atas kekurangannya. Apa yang saya tulis ini berdasarkan pengalaman mengajar. Terima kasih.
No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar