Wednesday, April 5, 2017

Latihan Baris-Berbaris Sebagai Awal Pembentukan Pengibar Bendera

Baris-berbaris merupakan salah satu materi yang diajarkan dalam materi pelajaran olahraga. Baris-berbaris saya ajarkan sejak kelas 1 SD, namun saya tidak memiliki target atau harapan agar mereka mampu berbaris dengan baik. Tujuan saya mengajarkan baris-berbaris sejak kelas 1 adalah agar mereka dapat berjalan dengan benar. Mungkin bagi pembaca apa yang saya lakukan ini adalah sesuatu yang tidak penting, karena itu adalah hal yang dilakukan setiap hari. Tapi dalam hal ini yang saya maksud adalah, masih banyak anak-anak kelas kecil (1-3) memiliki pola gerak atau irama antara kaki dengan tangan tidak kompak. Sebagai contoh ayunan tangan yang kurang atau malah terkadang cenderung pasif saat berjalan. Padahal ayunan tangan memberi keseimbangan pada tubuh saat berjalan. Sedangkan dalam baris-berbaris, kekompakan antara ayunan tangan dengan langkah kaki memberi nilai seni dan keindahan.

Baris-berbaris yang saya ajarkan kepada peserta didik kelas 1, saya fokuskan pada pengenalan arah dan jalan ditempat. Dalam setiap pertemuan, sering saya sisipkan kembali sebagai pengingat materi baris-berbaris. Karena baris-berbaris akan terus dipakai sampai mereka SMA namun dari segi nilai manfaat, itu akan terus dipakai selama hidup mereka. Berikut beberapa manfaat dari baris-berbaris:

1)  Melatih daya konsentrasi, pasalnya, ketika melaksanakan baris-berbaris kita harus 
     konsentrasi terhadap aba-aba yang diberikan oleh pemimpin, meskipun banyak gangguan
     disekeliling kita.
 2) Belajar tentang solidaritas tim, dalam baris-berbaris tentunya tidak sendirian.
 3) Belajar untuk mengatur emosi, kita juga harus pandai mengatur emosi, 
     karena jika tidak satu kesalahan anggota akan merusak seluruh anggota baris-berbaris.
 4) Belajar mendengar dan patuh.


Dikelas 2, saya mulai fokus pada jalan ditempat lalu dilanjutkan dengan gerakan maju lalu berhenti. Untuk kelas 3, saya mulai mengajarkan berbelok arah. Cara yang saya pakai adalah dengan memanfaatkan lingkaran tengah lapangan bola basket atau futsal sebagai patokan. Disini saya mulai sering menemukan kesulitan, karena sulit menselaraskan irama gerak kaki saat membelok. Di kelas 4, saya mulai mengajarkan proses pengibaran bendera. Tidak ada salahnya bagi guru olahraga untuk mensisipkan upacara sebagai materi sampingan dalam pelajaran olahraga. Lagi pula, melatih petugas upacara selalu diidentikkan oleh guru olahraga.

Terima kasih

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar