Wednesday, February 8, 2017

OLAHRAGA PERMAINAN

Olahraga permainan seperti yang kita ketahui contohnya adalah sepak bola, futsal, basket, voli dll. olahraga permainan tersebut sudah menjadi materi rutin dalam RPP yang sudah disiapkan dan tentu saja materi tersebut menjadi favorit bagi peserta didik. Bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi materi yang dominan apabila keterbatasan sarana dan prasarana disekolah yang kita ampu.

Cerita akan agak sedikit berbeda jika kita mengajar tingkat SD sederajat, dimana hal-hal dasar menjadi hal penting yang wajib kita ajarkan pada peserta didik. Saya membicarakan hal-hal dasar bukan tentang teknik atau gerak dasar berupa passing, shooting, dribbling, controlling, catching dll. tapi ini mengenai hal-hal kecil dalam olahraga permainan yang tampak tidak terlalu penting tapi berdampak besar dikemudian hari. Contohnya dalam olahraga permainan bola basket, saya memberi mereka game berupa memindahkan bola berkelompok. Tujuannya agar mereka terbiasa dengan bentuk, kondisi dan tekstur bola. Di futsal mereka saya minta untuk menjatuhkan bola, menginjak dan mengoper bola dengan tangan. Dalam bola voli mereka saya ajak bermain lempar tangkap seperti materi pelajaran anak kelas 1. Semua itu agar mereka benar-benar mengenal berbagai hal tentang permainan tersebut. Bagi beberapa orang mungkin mereka menilai itu spele dan percumah, tapi yang saya lihat adalah mereka menjadi lebih percaya diri dalam memainkan bola dan lebih berani menerima bola. Setelah itu semua maka saya lanjutkan dengan gerak dasar atau tekhnik dasarnya.

Setiap guru olahraga punya cara tersendiri untuk mengajarkan gerak dasar dari setiap olahraga permainan yang akan mereka berikan kepada peserta didiknya. Melatih gerak dasar pada anak murid tingkat SD atau sederajat sangatlah penting. Ini menjadi kesempatan bagi guru olahraga untuk membentuk gerak motorik sehingga mereka mengenal gerakan dari permainan tersebut. Melatih gerak dasar pada peserta didik dengan terkonsep, mampu memperbesar peluang bagi guru untuk mendapatkan bibit-bibit atlit dikemudian harinya. Semakin banyak atlit olahraga yang dimiliki oleh suatu sekolah, bisa menaikkan pamor sekolah dan daya tarik bagi siswa baru. Karena dengan demikian peluang untuk menjadi juara dalam suatu kompetisi olahraga sangat besar. Namun sayangnya, sedikit sekali sekolah mau menerima siswa baru berdasarkan prsetasi olahraga padahal saat ini menjadi atlit olahraga profesional bisa menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Bebrapa daerah bahkan berani menjanjikan kepada para atlit untuk menjadi pegawai negeri jika mampu berprestasi ditingkat nasional.

Gerak dasar yang telah kita ajarkan, tidak perlu dipaksakan pada anak peserta didik. Jangan pula kita mengharapkan hasil yang instan terutama ketika kita melakukan tes praktek. Mereka butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan gerakan-gerakan yang telah diberikan. Apalagi dengan pertemuan yang hanya 1 kali dalam seminggu, kecil kemungkinan mereka akan cepat berkembang kecuali anak peserta didik mengikuti klub atau berlatih secara mandiri di rumah. Namun setidaknya kita sudah menambah pengetahuan mereka tentang berbagai gerak dasar dari olahraga permainan.


Demikian tulisan saya yang membahas mengenai permainan olahraga sesuai dengan apa yang telah saya berikan kepada para peserta didik saya. Mudah-mudahan tulisan ini memberi masukan baik kepada para pembaca. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar