Olahraga permainan seperti yang
kita ketahui contohnya adalah sepak bola, futsal, basket, voli dll. olahraga
permainan tersebut sudah menjadi materi rutin dalam RPP yang sudah disiapkan
dan tentu saja materi tersebut menjadi favorit bagi peserta didik. Bahkan tidak
menutup kemungkinan menjadi materi yang dominan apabila keterbatasan sarana dan
prasarana disekolah yang kita ampu.
Cerita akan agak sedikit berbeda
jika kita mengajar tingkat SD sederajat, dimana hal-hal dasar menjadi hal
penting yang wajib kita ajarkan pada peserta didik. Saya membicarakan hal-hal dasar
bukan tentang teknik atau gerak dasar berupa passing, shooting, dribbling,
controlling, catching dll. tapi ini mengenai hal-hal kecil dalam olahraga
permainan yang tampak tidak terlalu penting tapi berdampak besar dikemudian
hari. Contohnya dalam olahraga permainan bola basket, saya memberi mereka game
berupa memindahkan bola berkelompok. Tujuannya agar mereka terbiasa dengan
bentuk, kondisi dan tekstur bola. Di futsal mereka saya minta untuk menjatuhkan
bola, menginjak dan mengoper bola dengan tangan. Dalam bola voli mereka saya
ajak bermain lempar tangkap seperti materi pelajaran anak kelas 1. Semua itu
agar mereka benar-benar mengenal berbagai hal tentang permainan tersebut. Bagi beberapa
orang mungkin mereka menilai itu spele dan percumah, tapi yang saya lihat
adalah mereka menjadi lebih percaya diri dalam memainkan bola dan lebih berani
menerima bola. Setelah itu semua maka saya lanjutkan dengan gerak dasar atau
tekhnik dasarnya.
Setiap guru olahraga punya cara
tersendiri untuk mengajarkan gerak dasar dari setiap olahraga permainan yang
akan mereka berikan kepada peserta didiknya. Melatih gerak dasar pada anak
murid tingkat SD atau sederajat sangatlah penting. Ini menjadi kesempatan bagi guru
olahraga untuk membentuk gerak motorik sehingga mereka mengenal gerakan dari
permainan tersebut. Melatih gerak dasar pada peserta didik dengan terkonsep,
mampu memperbesar peluang bagi guru untuk mendapatkan bibit-bibit atlit
dikemudian harinya. Semakin banyak atlit olahraga yang dimiliki oleh suatu
sekolah, bisa menaikkan pamor sekolah dan daya tarik bagi siswa baru. Karena dengan
demikian peluang untuk menjadi juara dalam suatu kompetisi olahraga sangat
besar. Namun sayangnya, sedikit sekali sekolah mau menerima siswa baru
berdasarkan prsetasi olahraga padahal saat ini menjadi atlit olahraga
profesional bisa menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Bebrapa daerah bahkan
berani menjanjikan kepada para atlit untuk menjadi pegawai negeri jika mampu
berprestasi ditingkat nasional.
Gerak dasar yang telah kita ajarkan,
tidak perlu dipaksakan pada anak peserta didik. Jangan pula kita mengharapkan
hasil yang instan terutama ketika kita melakukan tes praktek. Mereka butuh waktu
untuk menyesuaikan diri dengan gerakan-gerakan yang telah diberikan. Apalagi dengan
pertemuan yang hanya 1 kali dalam seminggu, kecil kemungkinan mereka akan cepat
berkembang kecuali anak peserta didik mengikuti klub atau berlatih secara
mandiri di rumah. Namun setidaknya kita sudah menambah pengetahuan mereka
tentang berbagai gerak dasar dari olahraga permainan.
Demikian tulisan saya yang membahas
mengenai permainan olahraga sesuai dengan apa yang telah saya berikan kepada
para peserta didik saya. Mudah-mudahan tulisan ini memberi masukan baik kepada
para pembaca. Terima kasih.
No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar