Monday, February 13, 2017

Jogging sebagai pemanasan alternatif yang singkat dan bermanfaat

               Salah satu pemanasan favorit saya adalah jogging. Alasannya simple, jogging sangat mudah dilakukan dan sangat membantu untuk meningkatkan suhu tubuh serta melemaskan otot-otot dalam tubuh peserta didik. Melatih otot jantung dan paru-paru agar terbiasa beraktivitas berat dan berkelanjutan. Dari jogging pula saya bisa melihat semangat dari setiap peserta didik saya. Mereka yang bersemangat akan berusaha terus berlari bahkan terkadang sprint, mereka seperti menemukan kesenangan dalam melakukan jogging.

                Dengan jogging, saya berusaha membiasakan mereka untuk melakukan aktivitas jogging mandiri diluar sekolah. Dengan jogging, saya berusaha memperkenalkan bahwa ada kegiatan yang mudah, murah namun sangat bermanfaat bagi perkembangan tubuh mereka. Kita tahu bahwa sebagian besar kegiatan anak murid kita lebih sering dihabiskan dengan belajar, les dan gadget nya. Prestasi belajar perlu, tapi kebugaran tubuh juga tidak kalah penting. Seorang atlit catur saja dituntut untuk selalu bugar, tujuannya agar mereka bisa selalu focus selama bertanding. Atlit catur juga melakukan olahraga jogging lho sebagai salah satu program latihannya.

                Kepada anak didik yang masih tingkat SD atau sederajat, saya memberi mereka sedikit instruksi singkat dan padat yaitu jogging dilarang berhenti namun jika kelelahan mereka boleh jalan kaki dan setelah tenaga terkumpul mereka melakukan jogging lagi. Waktu yang saya berikan juga tidak terlalu lama, sekitar 5 menit saja. Setelah itu mereka saya beri kesempatan untuk istirahat 1 menit untuk Tarik nafas dan minum, dan dilanjutkan dengan kegiatan selanjutnya. Jika materi olahraga saat itu santai, mereka akan saya beri pemanasan tambahan berupa senam irama. Senam irama juga termasuk pemanasan yang ringan, mudah dan murah.Lapangan yang mereka kelilingi juga tidak terlalu jauh, hanya sekitar 50 meter itupun sudut-sudut lapangan masih sering mereka korup tapi ya tidak masalah karena saya menggunakan standar waktu bukan hitungan putaran.


                Sekian pembahasan tema jogging yang saya ajar disekolah, semoga bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih

Wednesday, February 8, 2017

OLAHRAGA PERMAINAN

Olahraga permainan seperti yang kita ketahui contohnya adalah sepak bola, futsal, basket, voli dll. olahraga permainan tersebut sudah menjadi materi rutin dalam RPP yang sudah disiapkan dan tentu saja materi tersebut menjadi favorit bagi peserta didik. Bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi materi yang dominan apabila keterbatasan sarana dan prasarana disekolah yang kita ampu.

Cerita akan agak sedikit berbeda jika kita mengajar tingkat SD sederajat, dimana hal-hal dasar menjadi hal penting yang wajib kita ajarkan pada peserta didik. Saya membicarakan hal-hal dasar bukan tentang teknik atau gerak dasar berupa passing, shooting, dribbling, controlling, catching dll. tapi ini mengenai hal-hal kecil dalam olahraga permainan yang tampak tidak terlalu penting tapi berdampak besar dikemudian hari. Contohnya dalam olahraga permainan bola basket, saya memberi mereka game berupa memindahkan bola berkelompok. Tujuannya agar mereka terbiasa dengan bentuk, kondisi dan tekstur bola. Di futsal mereka saya minta untuk menjatuhkan bola, menginjak dan mengoper bola dengan tangan. Dalam bola voli mereka saya ajak bermain lempar tangkap seperti materi pelajaran anak kelas 1. Semua itu agar mereka benar-benar mengenal berbagai hal tentang permainan tersebut. Bagi beberapa orang mungkin mereka menilai itu spele dan percumah, tapi yang saya lihat adalah mereka menjadi lebih percaya diri dalam memainkan bola dan lebih berani menerima bola. Setelah itu semua maka saya lanjutkan dengan gerak dasar atau tekhnik dasarnya.

Setiap guru olahraga punya cara tersendiri untuk mengajarkan gerak dasar dari setiap olahraga permainan yang akan mereka berikan kepada peserta didiknya. Melatih gerak dasar pada anak murid tingkat SD atau sederajat sangatlah penting. Ini menjadi kesempatan bagi guru olahraga untuk membentuk gerak motorik sehingga mereka mengenal gerakan dari permainan tersebut. Melatih gerak dasar pada peserta didik dengan terkonsep, mampu memperbesar peluang bagi guru untuk mendapatkan bibit-bibit atlit dikemudian harinya. Semakin banyak atlit olahraga yang dimiliki oleh suatu sekolah, bisa menaikkan pamor sekolah dan daya tarik bagi siswa baru. Karena dengan demikian peluang untuk menjadi juara dalam suatu kompetisi olahraga sangat besar. Namun sayangnya, sedikit sekali sekolah mau menerima siswa baru berdasarkan prsetasi olahraga padahal saat ini menjadi atlit olahraga profesional bisa menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Bebrapa daerah bahkan berani menjanjikan kepada para atlit untuk menjadi pegawai negeri jika mampu berprestasi ditingkat nasional.

Gerak dasar yang telah kita ajarkan, tidak perlu dipaksakan pada anak peserta didik. Jangan pula kita mengharapkan hasil yang instan terutama ketika kita melakukan tes praktek. Mereka butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan gerakan-gerakan yang telah diberikan. Apalagi dengan pertemuan yang hanya 1 kali dalam seminggu, kecil kemungkinan mereka akan cepat berkembang kecuali anak peserta didik mengikuti klub atau berlatih secara mandiri di rumah. Namun setidaknya kita sudah menambah pengetahuan mereka tentang berbagai gerak dasar dari olahraga permainan.


Demikian tulisan saya yang membahas mengenai permainan olahraga sesuai dengan apa yang telah saya berikan kepada para peserta didik saya. Mudah-mudahan tulisan ini memberi masukan baik kepada para pembaca. Terima kasih.

Monday, February 6, 2017

Pemanasan sebelum olahraga sesuai materi yang akan diajarkan

Pemanasan sebelum melakukan suatu kegiatan olahraga sangat penting. Dalam setiap kesempatan saya selalu mengingatkan pada peserta didik untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga, terutama olahraga yang banyak melakukan mobilitas dan ledakan-ledakan otot secara tiba-tiba dan konstant. Contohnya sepak bola, futsal, basket. Selain untuk menyiapkan tubuh, pemanasan berguna untuk meminimalisir terjadinya cidera. Disisi lain pemanasan juga dapat menyiapkan organ jantung dan paru-paru untuk berkontraksi lebih dari biasanya. Dari segi mental, kita akan merasa siap untuk menghadapi semua kegiatan atau gerakan yang akan kita lakukan.

Saya tidak tahu pasti kebutuhan pemanasan bagi para peserta didik saya, karena bagi yang doyan olahraga 10 menit saja cukup bagi mereka. Karena saya yakin mereka akan melakukan pemanasan dengan serius, lain halnya dengan mereka yang kurang tertarik dengan olahraga. Setiap gerakan pemanasan yang mereka lakukan hanya sekedarnya. Bagi yang pemanasannya hanya sekedarnya, saya selalu memberi mereka perhatian khusus. Kadang saya tatap secara terus menerus atau kadang saya berdiri disampingnya sambil memberi suport.

Pemanasan yang saya berikan kepada peserta didik bervariasi. Kadang saya beri mereka pemanasan statis, dinamis atau dengan senam irama. Joging 5 menit menjadi hal wajib dalam pemanasan yang saya berikan. Alasannya adalah, jika mereka yang tidak terlalu menyukai olahraga setidaknya mereka mengolah tubuh dengan kegiatan yang cukup menguras energi sehingga bermanfaat bagi mereka. Jadi mereka akan tetap mendapat manfaat meski tidak terlalu menyukai olahraga. Joging merupakan olahraga yang ringan, mudah namun besar manfaatnya bagi daya tahan tubuh.

Ketika pertama kali saya menerapkan pemanasan seperti ini, saya mengira akan mendapatkan reaksi negatif dari peserta didik. Ternyata anak-anak sangat antusias untuk menjalaninya, bahkan mereka minta tambah. Tapi tidak saya turuti karena selain masalah waktu, saya tahu bahwa diantara  mereka banyak yang belum terbiasa mengolah tubuh dengan durasi yang cukup lama dan secara terus menerus. Disemester dua saya berani memberi durasi selama 5 menit karena disemester satu mereka melakukannya juga namun hanya selama 3 menit.

Pada materi senam lantai, pemanasan yang saya berikan berbeda dengan materi olahraga lainnya. Selain durasi waktu yang lebih lama, gerakannya juga lebih banyak. Gerakan senam lantai membutuhkan kelentukan yang maksimal dari tubuh, jadi kelentukan tubuh wajib dipanaskan sepanas-panasnya untuk menghindari cidera.


Sekian ulasan saya tentang pemanasan yang saya lakukan ketika mengajar, mudah-mudahan bermanfaat bagi yang membaca. Kalau ada masukan silahkan komen di bawah. Kurang lebihnya, mohon maaf. Terima kasih