Bagi
saya persiapan sebelum mengajar sangat penting, karena di dalam persiapan
tersebut ada taktik dan strategi yang wajib direncanakan. Persiapan ini saya
lakukan di kelas sebelum peserta didik menuju lapangan olahraga. Dalam
persiapan ini yang saya sampaikan kepada peserta didik adalah garis besar
kegiatan atau materi yang akan saya berikan pada mereka. Ini menjadi lebih
penting agar peserta didik paham dan mengerti tentang materi tersebut dan apa
manfaat yang akan mereka dapatkan dari materi atau kegiatan tersebut. Boleh
juga kita menyampaikan apa kelanjutan dari materi atau kegiatan tersebut di kemudian
hari serta akan diakhiri dengan apa atau bagaimana.
Selain
persiapan yang menyangkut hal-hal teknis, kita juga bisa mempersiapkan hal-hal
nonteknis yang tidak kalah penting. Tak jarang saya memberikan ceramah-ceramah
yang sifatnya memotifasi mereka untuk fokus dan serius dalam mengikuti proses
belajar walau dari 30 anak mungkin ada sekitar 2-3 anak yang kurang berhasil
menterjemahkan kata-kata saya.
Setiap persiapan,
saya selalu menanamkan sugesti kepada peserta didik bahwa semua yang saya
berikan tidak akan ada manfaatnya jika anak-anak tidak serius melakukannya. Atau
jika anak-anak tidak serius melakukannya atau bermain-main di luar instruksi
maka akan selalu ada kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan. Saya ambil
contoh begini, saya bertanya pada mereka “kalian mau tidak bermain atau
berolahraga hanya 10-20 menit sehingga kalian tidak mendapatkan manfaat?”,
mereka selalu menjawab “TIDAK!”. Maka kita lanjutkan “kalau begitu berbarislah yang rapih dan tidak
ada yang berbicara setelah baris, agar bapak bisa langsung memulai materi atau
kegiatan! Jika gagal kita kembali ke kelas lalu mengulangi prosesnya dari awal”.
Selama ini dengan cara tersebut saya berhasil mengatur siswa. Kadang saya membuat
perjanjian pada kelas yang anak-anaknya agak “super”.
Persiapan
di luar kelas juga tidak kalah pentingnya jika menyangkut kondisi sarana
prasarana di lapangan olahraga. Misalnya
lapangan menyatu dengan parkiran kendaraan, ada sampah-sampah berserakan,
peralatan olahraga yang kurang baik atau penjelasan cara melakukan suatu
gerakan olahraga. Kalau ada hal yang lupa untuk disampaikan di kelas, bisa juga
disampaiakan di lapangan. Semua demi kelancaran proses belajar mengajar atau
demi keselamatan para peserta didik.
Persiapan
itu penting meskipun terkadang sifatnya instan atau spekulasi, tujuannya hanya
demi kelancaran proses belajar mengajar. Tapi jika mengajar anak SD kelas kecil,
persiapan levelnya naik menjadi sangat penting. Mengingat anak-anak SD kelas
kecil memiliki karakter yang ingin bebas melakukan berbagai hal. Mengajar SD
kelas kecil keselamatan menjadi hal yang utama, proses belajar mengajar jadi nomor
dua. Antisipasi menjadi hal yang paling dikedepankan meski terkadang
mengorbankan kesenangan anak-anak peserta didik.
Selain persiapan,
jangan lupa diakhiri dengan penyelesaian. Penyelesaian yang saya maksud disini
bukan pendinginan, tapi evaluasi kegiatan. Saya biasanya akan mengumpulkan
anak-anak untuk membicarakan hal-hal yang telah kita lakukan. Kita perlu
mengetahui bagaimana reaksi anak-anak peserta didik tentang materi yang kita
berikan. Jawaban mereka akan menjadi bahan evaluasi bagi kita dikemudian hari. Total
waktu yang saya butuhkan untuk melakukan persiapan kurang lebih 10 sampai 15
menit, untuk penyelesaian 5 menit.
Sekian dari saya untuk tema persiapan sebelum
mengajar. Semoga tulisan ini sedikit banyak memberi inspriasi bagi pembaca.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan kata-kata. Terima kasih.
No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah mampir dan membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar