Saturday, January 28, 2017

Persiapan sebelum mengajar

                Bagi saya persiapan sebelum mengajar sangat penting, karena di dalam persiapan tersebut ada taktik dan strategi yang wajib direncanakan. Persiapan ini saya lakukan di kelas sebelum peserta didik menuju lapangan olahraga. Dalam persiapan ini yang saya sampaikan kepada peserta didik adalah garis besar kegiatan atau materi yang akan saya berikan pada mereka. Ini menjadi lebih penting agar peserta didik paham dan mengerti tentang materi tersebut dan apa manfaat yang akan mereka dapatkan dari materi atau kegiatan tersebut. Boleh juga kita menyampaikan apa kelanjutan dari materi atau kegiatan tersebut di kemudian hari serta akan diakhiri dengan apa atau bagaimana.

                Selain persiapan yang menyangkut hal-hal teknis, kita juga bisa mempersiapkan hal-hal nonteknis yang tidak kalah penting. Tak jarang saya memberikan ceramah-ceramah yang sifatnya memotifasi mereka untuk fokus dan serius dalam mengikuti proses belajar walau dari 30 anak mungkin ada sekitar 2-3 anak yang kurang berhasil menterjemahkan kata-kata saya.

                Setiap persiapan, saya selalu menanamkan sugesti kepada peserta didik bahwa semua yang saya berikan tidak akan ada manfaatnya jika anak-anak tidak serius melakukannya. Atau jika anak-anak tidak serius melakukannya atau bermain-main di luar instruksi maka akan selalu ada kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan. Saya ambil contoh begini, saya bertanya pada mereka “kalian mau tidak bermain atau berolahraga hanya 10-20 menit sehingga kalian tidak mendapatkan manfaat?”, mereka selalu menjawab “TIDAK!”. Maka kita lanjutkan  “kalau begitu berbarislah yang rapih dan tidak ada yang berbicara setelah baris, agar bapak bisa langsung memulai materi atau kegiatan! Jika gagal kita kembali ke kelas lalu mengulangi prosesnya dari awal”. Selama ini dengan cara tersebut saya berhasil mengatur siswa. Kadang saya membuat perjanjian pada kelas yang anak-anaknya agak “super”.

                Persiapan di luar kelas juga tidak kalah pentingnya jika menyangkut kondisi sarana prasarana di lapangan olahraga.  Misalnya lapangan menyatu dengan parkiran kendaraan, ada sampah-sampah berserakan, peralatan olahraga yang kurang baik atau penjelasan cara melakukan suatu gerakan olahraga. Kalau ada hal yang lupa untuk disampaikan di kelas, bisa juga disampaiakan di lapangan. Semua demi kelancaran proses belajar mengajar atau demi keselamatan para peserta didik.

                Persiapan itu penting meskipun terkadang sifatnya instan atau spekulasi, tujuannya hanya demi kelancaran proses belajar mengajar. Tapi jika mengajar anak SD kelas kecil, persiapan levelnya naik menjadi sangat penting. Mengingat anak-anak SD kelas kecil memiliki karakter yang ingin bebas melakukan berbagai hal. Mengajar SD kelas kecil keselamatan menjadi hal yang utama, proses belajar mengajar jadi nomor dua. Antisipasi menjadi hal yang paling dikedepankan meski terkadang mengorbankan kesenangan anak-anak peserta didik.

                Selain persiapan, jangan lupa diakhiri dengan penyelesaian. Penyelesaian yang saya maksud disini bukan pendinginan, tapi evaluasi kegiatan. Saya biasanya akan mengumpulkan anak-anak untuk membicarakan hal-hal yang telah kita lakukan. Kita perlu mengetahui bagaimana reaksi anak-anak peserta didik tentang materi yang kita berikan. Jawaban mereka akan menjadi bahan evaluasi bagi kita dikemudian hari. Total waktu yang saya butuhkan untuk melakukan persiapan kurang lebih 10 sampai 15 menit, untuk penyelesaian 5 menit.


 Sekian dari saya untuk tema persiapan sebelum mengajar. Semoga tulisan ini sedikit banyak memberi inspriasi bagi pembaca. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan kata-kata. Terima kasih.

Wednesday, January 25, 2017

Kebugaran Jasmani cara terbaik untuk mengawali semester baru

               Kebugaran jasmani merupakan salah satu unsur yang wajib dimiliki setiap orang dalam menjalankan aktifitasnya. Banyak pemahaman tentang kebugaran jasmani, dan banyak cara pula bagi setiap orang untuk mencapainya.

                Kebugaran jasmani menyangkut banyak hal dalam tubuh kita, tidak melulu soal daya tahan dan kekuatan tubuh namun juga tentang kesiapan otot, organ tubuh (jantung, paru-paru) dan secara psikologis membuat pelakunya akan merasa lebih siap dan mantap menjalani berbagai kegiatan. Bandingkan jika kita dalam keadaan tidak bugar, bukan hanya tubuh saja yang merasa tidak nyaman namun pikiran kita pun akan selalu ada perasan tidak bersemangat dalam melakukan berbagai kegiatan.

                Kebugaran jasmani dalam mata pelajaran olahraga yang saya ajarkan disekolah, menjadi kunci untuk melakukan berbagai macam materi yang telah saya siapkan bagi peserta didik dan akan memberi tambahan hal baik bagi siswa dalam belajar dikelas. Saya selalu mengingatkan bagi para peserta didik bahwa kebugaran jasmani itu seperti bahan bakar untuk melakukan kegiatan belajar, baik disekolah, ekstra maupun diluar sekolah.

               Sebuah contoh saya berikan pada para anak didik yang menurut saya membantu mereka memahami kegunaan dari kebugaran jasmani. Mereka akan saya minta untuk mengingat atau menyebutkan siapa idola mereka dalam dunia olahraga, setelah itu saya akan bertanya pada mereka. “Mengapa kalian mengidolakannya?”. Kebanyakan dari mereka akan menjawab kemampuan atau skill idolanya tersebut. Lalu saya tanya lagi, “Apa yang membuat mereka mampu melakukan itu?”, maka mereka akan menjawab “latihan, bakat dll”. Disini kesempatan bagi ikta untuk menjelaskan apa itu Kebugaran jasmanai dan manfaatnya.

Untuk merealisasikannya, maka saya mengambil pertemuan ke-1 sampai ke-3 untuk fokus pada materi kebugaran jasmani. Pada pertemuan yang ke-3 saya melakukan tes yang hasilnya akan saya bandingkan dengan tes kebugaran jasmani disemester sebelumnya. Biasanya tes yang saya lakukan berupa joging  5 menit (kelas 4-6), sprint 50 meter, push up 1 menit (kelas 4-6), sit up 1 menit (kelas 4-6). Beberapa variasi tes lainnya adalah lari bolak-balik 1 menit (kelas 4-6), jumping jack 1 menit (kelas 4-6) back up 1 menit (kelas 4-6).

                Dari segi fisik, tes tersebut dapat memberikan dampak yang baik bagi kebugaran jasmani peserta didik, dari segi administrasi guru akan memberik kita tambahan kuota nilai sebagai laporan pertanggung jawaban kepada orang tua murid.  Tapi perlu diketahui, sebelum rangkaian materi kebugaran jasmani sampai pada puncaknya yaitu tes kebugaran jasmani. Saya memberi materi yang tidak terlalu berat dalam pertemuan pertama mengingat mereka baru saja libur panjang. lalu meningkat dipertemuan kedua serta jangan lupa untuk memberi wejangan-wejangan yang memotivasi peserta didik.

                Dasar dari materi kebugaran jasmani yang saya berikan adalah Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI), silahkan googling. Namun saya sedikit melakukan modifikssi dalam durasi maupun variasi gerakan. Hal ini saya lakukan karena dalam tes kebugaran jasmani disemester sebelumnya, anak peserta didik merasa kurang dalam segi bobot maupun tantangannya. Tapi modifikasi tes ini saya sertai latihan-latihan dalam pertemuan 1 dan 2 sebagai antisipasi terjadinya risiko cidera pada anak didik.


                Sekian dari saya untuk mengulas kegiatan mengajar saya dipertemuan 1-3 ini. Semoga tulisan ini sedikit banyak memberi inspriasi bagi pembaca. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan kata-kata. Terima kasih.